Sabtu, 30 November 2013

Musik dalam Kehidupan


Di zaman ini,musik tidak bisa dipisahkan dalam keseharian kita.Musik adalah bagian dalam hidup kita.Siapa yang tidak suka musik saat ini,setiap hari kita mendengarkan musik.Musik ibarat lantunan kata-kata indah beriring nada merdu yang mewarnai hidup kita.Bisa dibayangkan jika dunia ini tidak ada musik,ibarat kata dunia tanpa listrik,semua serba gelap.Bagaimanapun tidak bisa kita pungkiri,jika musik musik merupakan bagian penting dari hidup kita.Seperti yang kita ketahui didunia ini banyak sekali orang yang mendedikasikan dirinya bagi musik.Sebut saja Michael Jackson,dunia mengenalnya sebagai “the king of pop”.Sementara itu,di Indonesia sendiri kita mengenal almarhum Chrisye,ada juga Rhoma Irama yang akrab ditelinga kita sebagai “raja dangdut”.
Musik sendiri dalam kehidupan manusia memiliki dampak positif maupun negatif.Tak ada yang menyangkal tentunya,jika musik berpengaruh terhadap kehidupan manusia.Kita tentu mengenal W.R Supratman,sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia.Melalui lagu tersebut perjuangan bangsa Indonesia mulai terarah,yang dulunya bersifat kedaerahan menjadi satu tanah air.Lagu ini juga mampu mengandeng seluruh masyarkat Indonesia menjadi satu ,yang terdiri dari beragam budaya,ras dan bahasa.Musik juga mampu mengobati perasaan seseorang yang tengah kesepian ataupun sedih,dalam hal ini musik hampir sama dengan puisi.Sementara itu,dalam dunia modern seperti ini,musik saat ini bukan hanya sebagai iringan nada,melainkan melalui beberapa riset dan penelitian,musik memiliki dampak yang signifikan terhadap kecerdasan anak,untuk jenis-jenis musik tertentu,seperti Mozart dan Beethoven.
Namun di dunia tidak ada yang terlepas dari yang namanya masalah,seperti halnya musik yang kita tahu memiliki pengaruh baik dalam kehidupan juga memiliki dampak yang kurang baik didalamnya.Misal saja yang lagi ngetren di tahun 2000 an ini,berkembang isu adanya musik yang digunakan sebagai pemujaan terhadap syetan,meskipun kebenarannya belum bisa dibuktikan secara ilmiah.Ada juga saking cintanya seseorang terhadap musik,mereka sampai adu jotos dengan pecinta musik yang lainnya,karena mereka menganggap jika musik mereka yang paling baik,yang lebih parahnya, jika hal ini terjadi didalam sebuah konser,maka tawuran ataupun bentrok tidak bisa dihindarkan..Tentu hal yang demikian ini harus dihindari,musik harus dikembalikan sebagaimana mestinya. Menikmati musik sebagai lantunan jiwa,bukan sebagai perpecahan jiwa,karena musik dalam kehidupan membuat hidup lebih berarti.
Add caption

Minggu, 24 November 2013


Dibalik Merajalelanya Rokok di Kalangan Remaja
Oleh Muafid Ardiansyah
Mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan,Universitas negeri Semarang
Abstrak
Saat ini,rokok bukan hal yang asing lagi bagi kita,terlebih bagi remaja Indonesia.Rokok seakan sudah menjadi bagian dari hidup mereka.Namun mereka sepeti tidak memperdulikan kesehatan mereka,walaupun mereka tahu,bahwa di setiap linting rokok yang mereka hisap  memiliki banyak sekali dampak negatif bagi kesehatan mereka.Lalu apa yang membuat mereka merokok di usia remaja? Dan kenapa mereka begitu susah terlepas dari rokok.Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Komalasari dan Helmi (2000) yang menyatakan bahwa kebiasaan merokok pada remaja disebabkan oleh tiga hal,yaitu adanya kepuasan psikologis, kemudian sikap permisif dari orang tua terhadap perilaku merokok,dan adanya pengaruh dari teman sebaya.Dan adanya iklan yang menggambarkan bahwa orang yang merokok adalah orang yang “maco”,turut berpengaruh terhadap jumlah perokok remaja.Sudah banyak sekali peringatan-peringatan tentang bahaya rokok,baik di media cetak,media elektronik, sampai pada bungkus rokok itu sendiri, namun hal itu tidak membuat jumlah perokok menurun, melainkan hampir disetiap tahunnya jumlah perokok kain bertambah.Jadi secara umumnya,perilaku remaja merokok disebabkan oleh pengaruh orang tua,pengaruh teman,dan iklan mengenai rokok,yang menyebabkan perokok remaja semakin bertambah.
Kata kunci: rokok,remaja,adiktif,karsinogen 
1.Pendahuluan
Rokok,satu kata yang sering sekali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.mulai dari orang tua, dewasa, remaja, bahkan sampai anak – anak sekalipun mengenal rokok. Bukan hanya sebatas mengenal saja,mereka juga pernah merasakan rokok.Kemudian dari sekadar merasakan, berkembang menjadi kebiasaan dalam hidup mereka atau yang kita kenal dangan “kecanduan” rokok.Memang tak ada yang salah dari kebiasaan merokok tersebut.Sah – sah saja bagi mereka yang memang menikmati rokok.Dalam setiap kegiatan dimasyarakat sekalipun,pengaruh rokok juga tidak dapat dipisahkan.Kita tentu sering melihat dalam kegiatan yang terjadi di dalam masyarakat,hamper semuanya terdapat rokok.Rokok ibarat jamuan yang wajib ada dalam setiap kegiatan.Namun agaknya perlu kita kaji ulang mengenai rokok itu sendiri secara lebih mendalam. 
Rokok sendiri menurut KBBI adalah gulungan tembakau kira-kira sebesar kelingking yang dibungkus dengan daun nipah,atau kertas.Sementara itu menurut Triswanto (2007), rokok merupakan sesuatu yang berbentuk silinder,yang terdri dari kertas panjang,berwarna putih atau cokelat,yang berisi daun tembakau sebagai bahan utama,dan telah di cacah sebelumnya.Biasanya untuk saat ini rokok mempunyai filter yang terbuat dari busa.
Kita tentunya sudah tahu mengenai efek negative dari rokok,yang sudah begitu gencarnya di informasikan,baik melalui media cetak,media elektronik sampai pada bungkus kemasan rokok iru sendiri.Layaknya sebuah peribahasa “biarkan anjing menggonggong,kafilah berlalu”,pantas kita tujukan bagi perokok.Bagaimana tidak,dengan efek negative yang begitu besarnya rokok bagi kesehatan yang sudah digembar-gemborkan,bukannya membuat jumlah perokok menurun,malahan jumlah perokok tiap tahun cenderung meningkat.
Menurut data yang dilansir Republika.co.id,menyebutkan bahwa Jumlah perokok di Indonesia terus meningkat dari tahun 1995 hingga kini. Yaitu dari sebanyak 34,7 juta perokok menjadi 65 juta perokok. Ini berdasarkan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional dan Riset Kesehatan Dasar (lihat bebasrokok.wordpress.com,2011).
Sungguh ironis memang, melihat data tersebut.Padahal kita juga mengetahui poster, selebaran yang menyebutkan bahaya rokok bertebaran dimana-mana,di tempat umum, dijalan, dan di sekolah sekalipun, bahkan dalam kemasan bungkus rokok itu sendiri menyebutkan “rokok dapat menyebabkan kanker,serangan jantung,impotensi,dan gangguan kehamilan dan janin, dll”.Namun nyatanya hal tersebut tak banyak berimbas bagi masyarakat. Kita bisa melihat banyaknya masyarakat yang merokok di tempat umum yang tentunya menggangu orang lain yang tidak merokok.Hal yang lebih ironis tentunya ialah adanya larangan merokok ditempat umum yang jelas - jelas sudah ada papan tulisan larangan merokok, namun tetap saja masyarakat tidak menghiraukan larangan tersebut.Sekolah yang kita sebut sebagai agen sosialisasi masyarakat nampaknya juga kurang mumpuni dalam mengurangi jumlah “perokok muda” atau remaja yang tentunya perokok ini masih berstatus sebagai pelajar.Pelajar dengan santainya menghisap setiap liningan rokok dengan tetap menggunakan sergam sekolah yang mereka gunakan ditempat umum.
Banyaknya jumlah perokok remaja sendiri tidak dapat kita salahkan sepenuhnya pada pihak sekolah  tersebut,bukan karena sosialisasinya yang kurang,karena memang adanya faktor faktor yang mempengarui jumlah perokok remaja,baik dari dalam maupun dari luar.Adanya faktor dari luar seperti pengaruh teman sepermainan mereka,ataupun pengaruh iklan yang mengambarkan seorang perokok adalah orang yang “maco” atau jantan,sehingga remaja tertarik untuk mengkonsumsi rokok,mengingat remaja masih memiliki emosi yang labil.
Smet (dalam komalasari dan Helmi 2000) menyebutkan bahwa usia pertama kali merokok pada umumnya berkisar antara 11-13 tahun dan pada umumnya individu pada usia tersebut merokok sebelum berusia 18 tahun.Suatu hal yang cukup mengejutkan tentunya. Mengingat sebelum umur 18 tahun secara umum mereka belum mampu menghasilkan uang sendiri.Tentu kegiatan semacam itu merupakan hal yang memboroskan,hanya menghambur – hamburkan uang.
Sementara itu,dalam satu batang rokok yang kita hisap setidaknya terdapat 4000 zat kimia didalamnya, diantaranya yang kita ketahui, seperti nikotin, tar, gas karbonmonoksida, hydrogen sianida dan bahan – bahan yang menyebabkan kanker atau karsinogen,(Sukendro 2007).Lebih lanjutnya lagi,rokok juga akan merusak organ-organ penting dalam tubuh kita,seperti paru-paru,jantung dan ginjal.
Kita selayaknya dapat berfikir kembali untuk merokok,melihat begitu banyaknya dampak yang ditimbulkan dari rokok.Kita harus dapat lebih selektif dalam mengkonsumsi sesuatu seperti rokok ,kita harus bisa melihat baik buruknya hal (dalam hal ini rokok) tersebut terhadap kita.Rokok bagi kesehatan sangat merugikan bagi kita,bukan hanya bagi orang yang menghisap rokok,tetapi juga bagi orang yang berada di sekitar orang merokok (perokok pasif).Dilain sisi merokok juga merupakan kegiatan pemborosan ,mengingat konsumsi untuk merokok setiap hari nya cukup tinggi,terlebih bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan atau tidak memiliki pendapatan sendiri.Sehingga sudah seharusnya kita yang muda dapat menghentikan kebiasaan merokok atau setidaknya mengurangi konsumsi rokok, karena sehat itu adalah segalanya.
Rokok dan Remaja
Rokok dan remaja ibarat dua hal yang tidak dpat dipisahkan saat ini. Dimana ada sekumpulan remaja dapat dipastikan ditempat tersebut ada rokok.Rokok seakan menjadi makanan wajib bagi remaja sekarang ini. Memang hal ini tidak ada sangkut pautnya dalam menilai remaja,apakah remaja tersebut baik atau buruk dilihat dari mereka merokok atau tidak. Remaja yang merokok tidak dapat kita katakan sebagai seseorang remaja yang buruk,karena kita bisa melihat sendiri dalam masyarakat, banyak remaja yang merokok namun mereka memiliki tingkah laku, budi pekerti dan kepudilian social yang tinggi. Sebaliknya juga demikian,remaja yang tidak merokok tidak dapat kita nyatakan sebagai seseorang yang baik,melihat dalam kenyataan social saat ini, walaupun mereka tidak merokok,tidak menutup kemungkinan mereka memiliki sifat maupun sikap yang merugikan orang lain, seperti korupsi, tindak criminal,tawuran,atau sebagai geng yang berbahaya bagi masyarakat dan masih banyak lainnya.
Masa remaja dapat kita katakan sebagai masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa, tentu dalam peralihan tersebut terjadi perubahan-perubahan mendasar dalam diri seseorang remaja. Sedangkan pendapat dari Monks (dalam Nasution.2007) menyatakan bahwa yang disebut sebagai remaja ialah individu yang berusia antara 12-21 tahun yang sudah mengalami peralihan dari masa anak-anak menuju ke masa dewasa,dengan pembagian 12-15 tahun adlah remaja awal,kemudian umur 15-18 tahun sebagai remajaa madya/remaja pertengahan,serta umur 18-21 tahun sebgai remaja akhir. Secara detailnya Monks mengklasifikasi ketiga  tahap proses perkembangan yang dilalui remaja dalam proses menuju kedewasaannya,meliputi;
a. Remaja awal yaitu umur 12-15 tahun.
Remaja pada tahap ini masih merasa heran dan bingung terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya dan adanya dorongan-dorongan yang menyertai perubahan tersebut.Mereka mulai mengembangkan pemikiran-pemikiran baru,mulai tertarik pada lawan jenis dan mudah terangsang secara erotis.Kepekaan yang berlebian ini disertai dengan berkurangnya pengendalian ego mereka yang menyebabkan remaja sulit untuk mengerti dan dimengerti oleh orang lain (orang dewasa).
b. Remaja Madya/remaja pertengahan yaitu umur 15-18 tahun.
Remajap ada tahap ini meras asngat membutuhkan dan memerlukan terhadap teman-teman.Dalam tahap ini ada kecenderungan mencintai dirinya sendiri dengan cara lebih mencintai atau menyukai teman-teman yang memiliki sifat-sifat yang sama dengan dirinya atau yang disebut sebagai kecenderunagn narsistik.Pada tahap ini remaja berada dalam kondisi kebingungan kerena masih ragu dalam menentukan pilihan,maju atau mundur,optimis atauu pesimis,dan sebagainya.
c. Remaja akhir yaitu usia 18-21 tahun.
Remaja pada tahap ini sudah mendekati kedewasaan,yang ditandai dengan ketercapaian :
1. Semakin mantap terhadap minat yang dimiliki.
2. Memiiki ego untuk dapat bersama atau bergabung dengan orang lain,dan senantiasa mencari pengalaman baru.
3. Yang dulunya mementingkan diri sendiri (egosentrisme) berganti dengan adanya kesembangan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan orang lain.
4. Identitass seksual sudah terbentuk dan tidak dapt dirubah kembali.
5. Adanya dinding pemisah antara diri mereka sendiri dangan masyarakat umum.
Melihat perkembangan pada masa remaja tersebut,tentu mereka masih belum bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk.Mereka cenderung megikuti teman agar mereka dapat diterima dalam suatu pertemanan,seperti halnya merokok.Memang hal tersebut tidak dapat dipungkri bahwa teman merupakan salah satu alasan semakin banyaknya jumlah perokok di kalangan remaja.Hal ini didukung dengan pernyataan dari Sitepoe (2000) mengenai alasan utama remaja menjadi perokok adalah karena adanya ajakan dari teman teman yang sukar untuk ditolak, lainnya karena adanya iklan mengenai rokok yang membuat mereka menjadi perokok karena ada kesan dalam iklan tersebut,bahwa orang yang merokok adalah orang yang pemberani dan ‘maco’. 
Hal ini memperlihatkan bahwa tindakan merokok diawali dari adanya suatu sikap atau kecenderungan seseorang untuk menerima atau menolak terhadap suatu respon yang datangnya dari luar diri mereka ,yang dalam hal ini adalah rokok. Memang melihat maraknya rokok dikalangan remaja,tidak dapat terlepas dari perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja itu sendiri.Seperti yang dikemukakan Nasution (2007),yaitu bahwa dengan semakin dekatnya usia dewasa pada remaja mereka akan menjadi gelisah untuk meninggalkan keadaan stereotip,dan untuk memberi kesan dalam pencapaian kedewasaan,mereka mulai memusatkan diri pada perilaku yang di hubungkan dengan status kedewasaan seperti merokok,minum-minuman keras,menggunakan obat-obatan terlarang ataupun melakukan pergaulan bebas. Remaja menganggap hal tersebut sebagai perialku yang memberi citra apa yang mereka inginkan.
Alasan lain mengenai maraknya remaja yang merokok adalah dari pengaruh keluarga. Dalam keluraga yang merokok,remaja cenderung melakukan apa yang dilakukan oleh anggota keluarga yang lainnya. Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh Komalasari & Hilmi (2000) yang menyatakan bahwa keluarga memberi sumbangan yang berarti dalam perilaku merokok remaja. Hasil ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Theodorus (dalam komalasari & hilmi 2000),yang menyatakan bahwa keluarga perokok sangat berperan terhadap perilaku merokok anak-anaknya, dibandingkan dengan keluarga non-perokok. Sementara itu Mu’tadin (dalam Nasution 2007),menyatakan alasan-alasan dibalik merokok diusia remaja,meliputi:
1.Pengaruh Orang tua
Menurut Baer & Corado,remaja perokok adalah anak-anak yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua mereka tidak begitu memperhatikan anak-anaknya, dibandingkan dengan remaja yang berasal dari keluarga yang harmonis.
2.Pengaruh Teman
Pengaruh teman memiliki efek yang begitu besar dalam mempengarui seseorang dalam merokok. Berbagai fakta juga menunjukan bahwa semakin besar remaja yang merokok maka semakin besar pula teman-teamanya adalah perokok dan begitu juga( sebaliknya.
3.Faktor Kepribadian
Kebanyakan seseorang merokok karena alasan ingin tahu atau coba-coba,atau karena ingin melepaskan diri dari kebosanan dan kejenuhan,adapula yang mengatakan untuk menghilangkan stress.
4.Pengaruh Iklan
Melihat berbagai iklan baik dimedia cetak maupun elektronik yang menampilkan gambaran bahwa seorang yang merokok adalah orang yang jantan atau glamour, yang hal ini membuat remaja sering terpengaruh untuk mengikuti perilaku yang terdapat pada iklan tersebut, mengingat usia remaja pada umumnya masih memiliki perasaan yang labil.
Namun layaknya yang kita tahu,bahwa rokok memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan. Tentu kita sudah  tahu dengan jelas bahwa rokok memiliki kandungan zat kimia berbahaya didalamnya. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Sukendro (2007) bahwa setidaknya dalam satu batang rokok yang dihisap terdapat 4000 bahan kimia , diantaranya seperti yang kita tahu, nikotin , tar, gas karbonmonoksida, hydrogen sianida dan bahan – bahan yang dapat menyebakan kanker atau karsinogen.Secara detailnya mengenai zat dalam rokok terutama asap rokok disajikan dalam tabel berikut ini.
Bahan Toksik Dalam Asap Rokok
Bahan kimia dalam rokok
Sumber bahan kimia
Metanol
Bahan Api
Nitrobenzena
Gasolin
Karbon Monoksida
Asap kereta
Butana
Cecair pemetik api
Raksa
Logam dalam jangka suhu
Vinil Klorida
Bahan utama plastik
Toulena
Pelarut industri
Ammonia
Pencuci lantai
Arsenik
Racun tikus
Kadmium
Bahan utama bateri alkali
Stearik
Bahan utama dalam lilin
Sianida
Racun berbisa
Lebih lanjut lagi Sukendro menjelaskan mengenai dampak atau hal buruk yang dapat ditimbulkan dari masing-masing zat tersebut.
a. Tar
Tar merupakan hidrokarbon aromatic polisklik yang terdapat didlam asap rokok.tar sendiri merpakan zar yang bersifat karsinogen atau zat yang dapat  menyebabkan kanker.
b.Nikotin
Nikotin merupakan alkolid tokes yang terdapat didlam tembakau.Nikotin merupakan racun bagi syaraf .sehingga efek dari nikoti ini dapat menjadika seseorang menjadi ketagihan atau kecanduan.Biasanya dalm satu batang rokok berisi nikotin dengan takaran 1-3 mg.
c.Gas Karbon Monoksida
Gas Karbon Monoksida merupakan gas yang beracun dan tidak berwarna. Kandungannya dalam asap rokok mencapai 2%-6%. Gas Karbon Monoksida ini menyerang system peredaran darah manusia. Secara ilmiahnya,gas karbon monoksida ini akan menggantikan oksigen yang seharusnya berikatan dengan hemoglobin. Sehingga ikatan yang terjadi adalah karbon monoksida dengan hemoglobin. Dari ikatan ini mengakibatkan sel darah merah kekurangan oksigen,yang dalam jangka panjang menyebabkan pembuluh darah menyempit dan mengeras. Efek yang lebih lebih berbahaya lagi yaitu dapat menyebabkan serangan jantung,Heningsfield,JE,1995 (dalam Sukendro 2007).
Sementara itu dampak lain dari rokok adalah dapat menyerang berbagai organ yang ada pada diri manusia,seperti yang dilansir (lihat www.pagaralamkota.go.id),menyebutkan bahwa setidaknya ada 4 organ yang terkena dampak dari kebiasaan merokok yaitu :
1.Organ Jantung : Jantung merupakan organ yang pertama yang merasakan dampak dari rokok.Hal ini disebabkan, jika seseorang menghisap rokok secara terus menerus, maka akan terjadi pengerasan dan penyempitan pembuluh darahnya. Sehingga jantung akan bekerja lebih keras dalam mengalirkan darah keseluruh tubuh. Dan dampaknya serangan jantung atau stroke akan menimpa bagi mereka yang hobi merokok.
2.Organ Mata : Mata merupakan organ yang juga terkena dampak buruk bagi mereka yang merokok.Kebutaan secara permanen merupakan salah satu dampak terburuk yang akan menimpa seseorang yang senang merokok.
3.Organ Paru-Paru : Paru-paru merupakan organ yang mengalami kerusakan pada setiap perokok.Penyakit-penyakit yang menimpa organ paru-paru yaitu pneumonia serta bronkitis. Jika anda tidak berhenti merokok dari sekarang, maka kedua penyakit tersebut akan semakin parah dari hari ke hari.
4.Organ Ginjal : Ginjal merupakan salah satu organ yang juga terkena dampak dari merokok. Kanker ginjal merupakan dampak paling buruk yang dapat menyerang organ ginjal pada perokok.
Sementara itu menurut survey Tembakau/rokok membunuh separuh dari masa hidup perokok dan separuh perokok mati pada usia 35 - 69 tahun. Data epidemi tembakau di dunia menunjukkan tembakau membunuh lebih dari lima juta orang setiap tahunnya. Jika hal ini berlanjut terus, pada tahun 2020 diperkirakan terjadi sepuluh juta kematian dengan 70 persen terjadi di negara sedang berkembang (lihat http://www.depkes.go.id). 
Sudah tentu remaja sekarang harus disadarkan dari kebiasaan merokok yang mereka lakukan sekarang.Kesehatan harus mereka pikirkan,karena masa depan mereka masih panjang.Mereka harus bisa terlepas dari pengaruh rokok,mereka dapat memulainya dari hal yang kecil dahulu.Secara perlahan,berkala,namun faktor yang paling dominan adalah motivasi dari dalam diri mereka sendiri.Berikut beberapa tips yang dapat digunakan seperti yang dilansir oleh (lihat smilewithismail.blogspot.com),
      1. Niat dengan mantap untuk berhenti merokok
Segala sesuatu dimulai dari niatnya. Jika kita berniat untuk bebas dari jeratan rokok, yakinlah kita bisa terbebas dari rokok. Jika niat anda memang sudah kuat, pasti anda tidak akan mudah tergoda dengan berbagai halangan dan rintangan yang mungkin muncul ketika anda melalui masa-masa sulit berjuang melepaskan diri dari rokok. Jadi, niatkan dulu dengan niat yang sungguh-sungguh.
      2.Mengganti rokok dengan permen
Permen merupakan alternative yang paling tepat dalam usaha kita untuk berhenti merokok,dengan permen juga menghemat pengeluaran kita,dibanding harus membeli rokok.
3. Olahraga
Jika kita rajin berolahraga, maka kita akan sehat. Olahraga menyehatkan tubuh kita. Yang terpenting adalah olahraga secara teratur agar dapat menjaga kondisi tubuh kita,dan juga sebagai kegiatan agar kita dapat melupakan rokok.
Kesimpulan
Rokok merupakan kebiasaann yang menjamur di masyarakat sekarang ini,terutama bagi remaja.merokok pada remaja ini banyak disebabkan oleh karena pengaruh dari orang tua (orang tua yang merokok dengan yang tidak merokok),pengaruh teman,coba-coba atau karena iklan tentang rokok yang membentuk image bahwa orang yang merokok adalah orang yang “maco”.namun kebiasan ini agaknya mulai ditingglakan ,mengingat dampak yang ditimbulkan rokok begitu besar bagi manusia.Rokok mengandung banyak zat yang berbahaya bagi tubuh,seperti Tar,Nikotin,dan Gas Karbonmonoksida.Kebiasaan merokok dalam waktu yang lama,dapat mengakibatkan dampak yang fatal bagi manusia,seperti kanker,serangan jantung,impotensi.Setidaknya terdapat empat organ yang mengalami kerusakan parah akibat kebiasaan merokok,yaitu oragan  paru-paru,jantung,ginjal,dan mata.
Daftar Pustaka
Kamus Besar Bahasa Indonesia online (KBBI).
Komalasari,D.& Helmi,AF.(2000).Faktor-faktor Penyebab Perilaku merokok Pada Remaja.Jurnal Psikologi Universitas gadjah mada 2.Yogyakarta:Universitas Gadjah Mada Press.
Nasution,Indri K.2007.Perilaku Merokok pada Remaja.Sumatera Utara:Universitas Sumatera utara
Sitepoe.2000.Kekhususan Rokok Indonesia.Jakarata:Gramedia
Sukendro,Suryo.2007.Filosofi Rokok:sehat tanpa berhenti merokok.Yogjakarta:
Triswanto,Sugeng D.2007.Stop merokok.Yogjakarta:Progesif Books.
Referensi Media
Anonym.(2011).”21 juta anak Indonesia merokok”,di unduh dari (http://bebasrokok.wordpress.com/tag/jumlah-perokok-indonesia/), pada 26 Oktober 2013.

Kementerian Kesehatan Republic Indonesia.(2009). “Rokok Membunuh Lima Juta Orang Setiap Tahun”,di unduh dari ( http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=458), pada 24 Oktober 2013.

Bahagian Pendidikan Kesihatan,Kementerian Kesihatan  Malaysia. http://www.infosihat.gov.my/infosihat/isusemasa/Bahaya%20Merokok.php,pada 3 November 2013


Rabu, 13 November 2013


                                                Harapan Setinggi Matahari
Deru suara kendaraan membuatku terbangun dari tidurku,jam baru menunjukan pukul 05.00 pagi,tapi bisa dibayangkan bagaimana bisingnya tinggal di kota metropolitan ini.Hari Senin….ahhh begitu malas rasanya,untuk sekedar mengucapkannya saja rasanya sudah ngilu,apalagi harus melaluinya,dari pagi sampai sore di sekolah.Ya,rasanya seluruh hidupku hanya tercurahkan ke sekolah,hampir tidak ada waktu untuk ku bermain,kalaupun ada paling cuma hari minggu ,itu  juga terpotong dengan bles-les privat yang aku ikuti.Maklum dari SD sampai Sekarang SMA aku selalu mengitu mengikuti les privat atas perintah bokap,jadi secara gak kangsung masa mudaku terenggut oleh les-les tersebut.Rasanya aku bosan dengan hidup yang seperti ini,aku ingin bebas,seperti burung yang terbang bebas di angkasa,mengepakan sayap siap menjelajah angkasa.Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu kamarku,
Mama:”Ben…Beno,sudah bangun to Nak?”
Beno:”Sudah Mah…..”
Mama:” Ya sudah buruan gih,cepet mandi terus sarapan biar nggak telat”
Rasanya begitu malas untuk menjawab kata-kata Mamaku.Ya memang sekolahku begitu ketat,pintu gerbang ditutup jam 06.45,kalu telat ,ya tamatlah riwayatku..
Tapi yang buat aneh ,peraturan itu cuma berlaku buat kita-kita,lha kalau yang telat guru atau pegawai,dibiarin gitu aja,dengan enaknya masuk tanpa perasaan malu sedikitpun,gak adil banget kan,lha yang buat mereka,mereka juga yang nglanggar.Alamak….!!,tanpa kusadari jam sudah menunjukan pukul 05.30,buru –buru ke kamar mandi dan langsung ku santap makanan di meja.Pukul 06.00,segera ku genjot sepeda Bmx kesayanganku,ya walaupun dirumah ada mobil tapi aku lebih suka bersepeda karena sehat,lha kakiku masih kuat kok haha..
Tiba-tiba dalam perjalanan,aku melihat hal yang menarik perhatianku,segerombolan anak terlihat berjalan beriringan sambil memunguti sampah yang ada disalah satu sudut jalan.Dari gaya mereka ,sepertinya mereka bukan pemulung.Lalu untuk apa sampah-sampah itu?timbul pertanyaan didalam benakku.Lalu aku berfikir untuk mengikuti mereka,dan memang benar,mereka bukan pemulung,sampah-sampah itu mereka kumpulkan lalu mereka memilih –milihnya.Aku semakin penasaran dengan yang kan mereka lakukan dengan sampah sampah itu.Tiba-tiba dari belakang ada yang menepuk punggungku
“Kakak,ada yang bisa dibantu?”
“Eh..emm tidak dek,adek siapa ya?”,tanyaku
“Oh namaku Jono kak,kalau kakak sendiri?”
“Namaku Beno,aku penasaran dengan mereka  itu”.Sambil tanganku menunjuk kea rah anak-anak tadi.
‘Oh mereeka tho kak,ayo ikut aku”,jawab Jono.Akupun segera mengikutinya,lalu aku jadi tahu kalau sampah-sampah itu akan mereka daur ulang menjadi kerajinan yang dapat dijual,ah aku yang sudah segedhe ini masih minta bokap,tapi mereka……..aku begitu malu.
Jon:”Ini sekolah kami kak,sekolahnya anak –anak jalanan,pasti beda banget denga sekolah kakak”,dengan tampangnya yang polos tanpa dosa..hehe
Beno:”Sekolah?”
Jono:”Iya sekolah,disini kami diajar banyak hal dari menulis,berhitung,daur ulang seperti ini,lalu ikut membantu masyarakat lain ,banyak pokoknya kak.Ya……(tiba-tiba raut mukanya berubah menjadi murung),,,walaupun tidak ada gedung,tidak ada meja atupun kursi,hanya seperti ini”
Beno:Emmm…(aku tidak bisa berkat-kata dadaku penuh sesak,aku membayankan bagaimana jika hal itu menimpaku)..ya yang sabar ya dek,kenapa gak minta bantuan sama pemerintah dek?atau wrga sekitar”
Jono:ya..”Siapa yang mau dengar kami kak,orang mereka pada sibuk mengenyangkan perut sendiri.Lha mau minta warga,orang mereka juga kesusahan cari makan kok kak”
Aku hanya bisa termenung,memang benar para wakil rakyat sekarang banyak yang tida peduli dengan nasib rakyat,jika minta bantuan warga sekitar itu malah lebih konyol lagi.Lalu aku berfikir,bagaimana seandainya aku belajar disini.Tak ada gedung ,bahkan kursi atau meja sekalipun juga tak ada,hanya beralaskan seadanya.
Jono:”Oh ya kak,kakak sekolah dimana?mbolos ya..hehe”
Alamak…jebbbret!!!bagai disambar petir,aku baru sadar,kaalu aku harus sekolah,dan oh my God,jam tanganku sudah menunjukkan pukul 07.00 lebih,kepalang tanggung akhirnya ku putuskan untuk bolos hari ini,percuma juga kesana,gak bakalan dibukain gerbangnya,tak peduli alasan apapun!!
Beno: “Oh...hhe,iya dek,sudah telat kok,di SMA Taruna Jaya dek”.
Jono:”Wah keren banget,hebat itu kak,itu sekoalah elite ,tempat sekolahnya orang-orang beruang setahuku”.
Beno:”Ah biasa aja dek hehe…,gak ada istimewa-istimewanya,malah kayaknya sekolahmu lebih asyik..haha”
Aku melihat mereka belajar dengan wajah yang begitu gembira,tak ada raut muka mereka yang cemberut ataupun lesu dalam mengikut pembelajaran,mereka sangat antusias,seakan dengan belajar mereka terlepas dari beban hidup mereka.Beda sekali dengan yang ada dikelasku,kalau guru sedang mengajar,banyak banget yang gak peduli,ada yang smsan,ngobrol sendiri,facebookan,macem-macem dech,mungkin yang ada dipikiran mereka yang penting mereka bayar.Beda anget dengan yang aku lihat sekarang ini.
Jono:”Ini lho kak,aku kenalkan dengan guru kami,namaya Ibu Ema,dari luar negeri lho..hee”.
Beno:”Pagi Bu,perkenalkan namaku Beno..(bar kusadari kalau ibu ini dari luar negeri,dari warna kulit ,rambut dan bola matanya)”.
Ibu Ema:”Pagi,namaku Ibu Ema”.
Beno:”Ibu dari luar negeri ya?”.
Ibu Ema:”Iya,im from Berlin,tapi saya suka disini,anak-anaknya sangat giat belajarnya”.
Ya dari info yang dijelaskan oleh Jono,aku bisa tahu kalau Ibu Ema sudah mengajar sekitar 1 tahun lebih,karena itu kosa katanya masih terbatas.Baru beberapa detik saja rasanya aku sudah begitu akrab dengan mereka.
Hampir seharian aku menikmati waktuku disini,merefresh fikiran yang penuh dengan rumus dan teori.Hari ternyata sudah menunjukan pukul 16.00 sore,waktunya aku harus pulang kerumah.Ya walaupun aku tidak masuk,tapi aku masih beuntung mendapatkan sesuatu yang tidak dapat kudapatkan disekolahku,sekolah yang tak hanya mengharuskan muridnya mengerjakan soal,pulang-pulang bawa tugas,tapi disini berbeda sekali,menyenangkan pokoknya,,tidak akan kulupakn kejadian hari ini.
Keesokan harinya,seperti biasa kususuri jalanan yang padat merayap untuk sampai ke sekolah,beruntung karena aku memakai sepeda,jadi bisa gesit..hehe.Sering aku berfikir kenapa sekolahku makin lama pagarnya makin tinggi,gedungnya pun tak mau kalah,tapi hal itu tak membuat ku nyaman ,seperti orang dipenjara,kalau sudah masuk gak bisa keluar,hampir mirip dengan lapas-lapas yang ada di tv.Padahal sekolah anak jalanan yang ku temui kemarin ,gedung saja tidak punya,tapi mereka bisa belajar dengan penuh antusias dan sangat gembira,dan dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat.
Hari ini adalah pelajaran fisika,seperti biasa hanya soal-soal yang ada dihadapanku.Lalu aku bertanya,
“Bu, kenapa kita tidak langsung aja ke penerapan,kenapa harus soal-soal terus ,dari SD sampai sekarnag hanya soal yang ada”.
“Ya karena seperti itu torinya,mau diapakan lagi”,jawab Guru.
“Kenapa kita tidak seperti sekolah anakjalanan yang bisa bebas berekspresi,bisa bercengkrama dengan massyarakat langsung?”,tambahku.
“Haha..anak jalanan,sekolah macam apa itu”..hampir semua  temanku menertawaiku.
Ah..tidak ada yang peduli ternyata.Dalam benakku aku berfikir,sebenarnya pendidikan ini untuk apa?apa cukup dengan bisa menjawab semua soal yang ada,apa tidak ada tujuan yang lain yang ingin diwujudkan?.
Rasanya aku ingin menjerit,berteriak sekeras-kerasnya.Meluapkan amarahku pada mereka,pengen kuhajar muka mereka.
Akhirnya sekolah hari ini telah usai,rasanya senang sekali bisa keluar dari sekolah ini,seperti terlepas dari jeruji besi yang mengkurungku selama ini.Tiba –tiba dari belakang ada yang memanggil namaku,
“Ben..Beno”,suara yang tak asing bagiku.
Aku kemudian menoleh ,ternyata Enggar,cewek cantik di kelasku..hehe
“Iya Nggar,ada apa?”,tanyaku.
“Emm gini,,aku penassaran dengan penjelasanmu tadi mengenai sekolah anak jalanan.Memang mereka sekolah ya?”,tampak Enggar begitu penasaran.
“Ya sekolah to Enggar,bukankah pendidikan untuk semua orang?”,jawabku.
“Iya,kupikir mereka anak yang brutal..dan,,,emm macem-macem lah..hehe”,tambah Enggar.
“Enggak kok Nggar,mereka baik-baik,dan pintar”,jawabku.
“Eh Ben,kamu mau nggak nganterin aku kesana?ke sekolah anak jalanan”,bujuk Enggar.
“Emm boleh,ayo ku antar”.
Sekitar 30 menit kami sampai disekolah anak jalanan.”Jadi ini Ben,sekolah anak jalanan yang kamu maksud?kok gak ada gedungnya Ben?”,Tanya Enggar.
“Iya Nggar,mereka tidak punya gedung untuk belajar,tapi coba kamu liat bagaimana mereka begitu bersemangat dalam belajar”,tambahku.
“Iya Ben,beda banget dengan kita ya,kita punya fasilitas lengkap,tapi ogah-ogahan ,tapi mereka?”,tampak raut muka redup dari wajah Enggar.
“Iya nggar,kita harus bisa mencontoh mereka,kita gak boleh kalah semngat dengan mereka Nggar”,celotehku.
“Eh ben,itu ada orang bule ya?”,tanya Enggar.
“Oh itu,itu guru mereka”,jawabku.
“Apa?orang bule?gila ya,kita punya penduduk yang begitu bnyak 250 juta jiwa ,tapi yang peduli dengan nasib mreka malah orang luar negeri?”,raut muka Enggar begitu kaget.
Beruntung Nggar,kita masih dibukakan mata untuk melihat realitas yang sebenarnya,apa yang terjadi dan dialami oleh masyarakat”,celotehku.
“Ciyee..omongannya kayak bapak menteri..haha”,celoteh Enggar .
Dalam hatiku aku terbesit dengan kata-kata yang Enggar  katakan,dimana orang Indonesia saat ini,kenapa tidak ada satupun yang tergugah untuk peduli terhadap mereka.Malah mereka yang bukan orang Indonesia begitu peduli terhadap nasib anak-anak jalanan.
“Kak Beno”,kata itu menyadarkan lamunanku.
“Eh Jono,iya ada apa Jon?”,tanyaku.
“Sifa ulang tahun kak,kesana yuk”,ajak Jono.
“Ada yang ulang tahun to,ayo kesana”,jawab enggar.Nampaknya Enggar sudah dapat beradaptasi dengan situasi baru ini.Maklum lah Enggar anaknya pejabat,jarang bahkan mungkin tidak pernah menginjakan kaki di tempat kumuh seperti ini.
Ternyata ibu Ema membawakan  jajan yang dapat dibagi untuk semua anak,begitu nampak suasana kekeluargaan disini,ibarat donat sepotong dibagi 10 orang tak masalah bagi mereka.
”Coba kalau aku tahu ,pasti ku bawaan kue ulang tahun”,celetuk Enggar.
“Nggak perlu kok kak,begini saja sudah sangat istemewa untukku”,jawab Sifa.
“Oh..hehe “,Enggar hanya tersenyum kecil.Wajah Enggar tiba-tiba memerah,mungkin malu,bisa dibayangkan kehidupan Enggar dengan anak jalanan yang berbeda 360 derajat.
Tiba-tiba Enggar bertanya pada Sifa,”Sifa harapannya apa nih?”.
“Sifa pengennya Cuma biar kita bisa punya gedung untuk belajar,jadi gak kepanasan atau kena angin”,jawaban polos dari anak berusia 8 tahun itu membuat semuanya menjadi hening seketika.
Termasuk aku,dadakuseperti penuh sesak,Enggar hanya bisa meneteskan air matanya.Kata-kata mungil itu menyadarkanku,ternyata walaupun mereka tampak bahagia,namun mereka masih memiliki keinginan dibalik keceriaan yang mereka tunjukan.
Saat perjalanan pulang…….
“Ben,aku kasihan dengan mereka,nggak punya gedung untuk belajar”,
“Iya Nggar,aku begitu malu,hampir tiap tahun selalu membangun gedung baru sampai tanah sudah tak terlihat lagi”,jawabku.
“Sama Ben,kita yang punya fasilitas lengkap,tak pernah segembira itu dalam belajar,apalagi untuk bersyukur”,tambah Enggar.Lalu setetes air mata kembali turun dari kedua bola mata Enggar.Rasanya hatiku seperti dicabik-cabik dengan sebilah pisau.Tiba-tiba timbul ide dibenakku,
“Nggar,bagaimana kalau tiba mewujudkan keinginan Sifa?”,tanyaku.
“Bangun gedung gitu?”,jawab Enggar.
“Iya Nggar”,aku hanya tersenyum kecil.
“Dengan apa Ben?uang saku kita gak mungkin cukup,mau minta bokap nggak bakalan dikasih kalau urusannya kayak gini”,jawab Enggar.
Aku tersadar,kalau orang tua kita jarang sekali ikut acara amal,kata-kata Enggar hampir membuatku patah semangat,namun timbul ide lain dibenakku,
“Kita usaha sendiri saja Nggar”,dengan wajah yang penuh optimis aku mengeluarkan statement tersebut.
“Usaha apa Ben?”,Tanya Enggar.
“Kita bisa buat acara amal untuk mereka,kita juga akan ajak mereka dalam acara amal tersebut,sehingga para donator bisa percaya”,jawabku.
“Kamu yakin?”,serang Enggar.
“Yakin seribu persen Nggar,aku nggak bisa tinggal diam ,bukankah kita yang mampu harus menolong mereka yang tidak mampu?”,jawabku. Kata-kata itu hampir mirip dengan yang ada dibuku Agamaku.Dan ternyata kata-kataku itu mampu membangkitkan semangat dan kepercayaan Enggar.
“Tapi Ben,kita belum pernah lho ikut dalam kepanitian ,apa kita bisa buat acaranya? aku tahunya cuma teori yang ada dibuku,”,tambah Enggar.
“Tenang Nggar kita bisa belajar dari osis kita,kalau mungkin kita bisa ajak mereka sekalian dalam kegiatan ini”,tambahku.
“Emmm…ya mudah mudahan ya Ben,ayo kita wujudkan keinginan Sifa”,ajak Enggar yang mulai bersemangat.
Dan untuk pertama kalinya kami memikirkan nasib orang,kami yang dari kecil biasa dengan keadaan nyaman tanpa kurang suatu apapun.Apa-apa yang kami inginkan langsung bisa terpenuhi,tanpa harus bersusah payah seperti ini.Namun tekatku sudah bulat,bahwa aku harus bisa membantu setidaknya meringankan beban mereka.
Ternyata apa yang diajarkan dibuku akan jauh berbeda jika kita lakukan sendiri.Begitu banyaknya hal yang harus dilalui tak semudah mengungkapkannya dalam sebuah kata-kata menjadi toeri didalam buku.Banyak hambatan dan halangan yang harus kami lalui,mulai dari pihak sekolah yang tak mengijinkan dan dana yang tak kunjung turun untuk acara ini.Beruntung karena osis kami memiliki semangat yang tak pantang menyerah ,mereka tak henti-hentinya berjuang ,mereka juga merasa iba dengan nasib anak-anak jalanan,aku bersyukur bisa dibantu oleh mereka.
Ejekan dan celaan tak henti-hentinya aku dapatkan dari teman-temanku sendiri.Mereka menganggap kegiatan ini hanya buang-buang waktu,mereka juga berangapan bahwa anak jalanan tak layak untuk diperjuangkan.
“Hai Ben…gue denger lho mau bikin acara amal sama anak jalanan ya?hahah…”,ejek seorang temenku.
“Iya,kenapa memang?”,jawabku.
“Haha..lho mau bikin acara amal atau santunan anak yatim?haahaa..”,ejeknya lagi.
“Kurang ajar lho ya,lho piker lho lebih baik dari mereka gitu ,hah?”,tantangku.
“Ya jelas,gue punya segalanya,terus mereka bisa apa?paling cuma minta-minta,kalau nggak ya nyopet..haha”,tambahnya.
Hampir saja kutonjok mukanya,tapi tiba-tiba Enggar datang mencegahku.
“Sabar Ben,gak usah ditanggepin,biar nanti kita tunjukan,bisa apa kita dengan mereka”,Enggar membelaku.
“Hah,,ya silahkan,gue tunggu!!”,tantangnya.
Apa memang benar,apa yang ku lakukan ini hanya sia-sia?apa harapanku tidak akan terwujud?tiba-tiba aku teringat perkataan guru BK ku,”Jadilah matahari yang mampu menghangatkan semua orang,dan buatlah harapan setinggi matahari,karena dengan harapan itulah yang akan merubah dunia ini”.Ya..benar,kata-kata itu membangkitkan semangatku kembali yang hampir luntur karena banyaknya ejekan dan cemoohan yang ku terima.
Hampir setiap hari aku,Enggar berlatih dengan anak-anak jalanan,agar penampilan kami tidak mengecewakan nantinya.Anak-anak jalanan ini ternyata memiliki bakat yang begitu besarnya,mereka bisa bernyanyi tak kalah dengan kontes menyanyi di Tv,mereka juga bisa bermain drama,terlebih drama ini mengangkat kehidupan pribadi mereka,menari,baca puisi,banyak lah yang bisa mereka lakukan.Namun hal yang tak kuduga,mamaku sampai memarahiku karena hal ini,
Mama: “Beno!!,kamu itu tahu nggak,apa yang kamu yang lakukan akan merusak masa depanmu!!.
Beno:”Merusak bagaimana Ma?aku hanya ingin menolong mereka”.
Mama:”Tapi tidak usah sampai seperti itu,kamu cukup belajar,dengan itu kamu akan jadi anak yang cerdas,menang lomba mengangkat trofi,nantinya kamu bisa buat bangga sekolahmu,mama dan papa,tidak usah dengan hal-hal seperti itu!!”.
Beno:”Ma..buat apa piala,piala nggak akan bisa merubah nasib anak-anak jalanan itu,nilai jiga tidak akan mampu mengangkat mereka dari kesengsaraan.ma..tolong,dukung aku,aku butuh dukungan Mama”.Tubuhku begitu gemetar,dadaku penuh sesak,baru kali ini aku berani membantah Mamaku.Tak kusangka,kedua bola mata itu meneteskan air mata,Mamaku memelukku,sebuah pelukan kasih saying yang begitu nyaman.
“Maafin aku Ma,aku nggak bermaksud menyakiti hati Mama”,
“Nggak Ben…,Mama yang salah,sudah seharusnya Mama percaya terhadap apa yang kamu lakukan”.
“Beneran Ma?”,tanyaku.
“Iya Nak,lalu kapan acaramu akan dimulai?”,Tanya Mamaku.
“Besok Ma,malam minggu”,jawabku.
“Baik lah,Mama dan Papa akan datang,dan Mama juga akan menghubungi teman-teman bisnis mama agar mereka juga mau ikut datang”.
“Ha?Mama serius?”,aku sepeti tidak percaya terhadap apa yang barusan aku dengar.
“Iya sayang,karena itu buat acaranya sebaik mungkin biar Mama dan temen-temen Mama tidak kecewa”,sambil tangan mamaku memencet hidungku,hal yang sering kali mama ku lakukan waktu aku massih kecil.
“Terima kasih Ma,itu sangat berarti bagiku”,sungguh hal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.Mamaku yang selalu sibuk dengan urusaan kantor mau menyempatkan diri untuk melihat acaraku.
……………………………..
Hari itupun tiba,meskipun mamaku memastikan diri untuk datang,tapi perasaan was-was dan cemas masih menghantuiku.Bagaimana kalau yang datang sedikit?bagaimana kalau acara ini akan gagal?aku begitu ketakutan.Tiba-tiba Enggar mendatangiku,”Tenang lah Ben,aku juga merasakan apa yang kau rasakan,kita berdoa saja mudah-mudahan banyak yang datang.
Dan tepat pukul 19.00 waktu,belum satu orang penontonpun yang datang,aku semakin cemas,harapanku hampir berakhir.Tiba-tiba sebuah keajaiban datang,suara marching band datang dengan diiringi kerumunan massa yang begitu banyaknya.Mataku hampir tak berkedip melihat hal itu,ternyata marching band itu berasal dari sekolahku.Bukan hanya marching band yang datang,tetapi…guru-guruku,teman-temanku juga ikut datang.Mama dan papaku juga beserta karyawan dan teman-temannya juga ikut datang.Aku hampir tak percaya dengan yang aku lihat sekarang.Semua panitia menunjukan raut wajah yang begitu gembira dan bersemangat,yang tadinya menunjuan raut muka yang pesimis dan cema.
“Bener kan Ben,acara kita pasti  sukses’,sebuah senyum kecil mengembang dari bibir Enggar.
Aku juga hanya bisa tersenyum,karena aku hampir tak bisa berkata-kata lagi.Segera acara dimulai,dari penampilan solo menyanyi,baca puisi sampai ditutup dengan drama.Penampilan yang menurutku begitu sempurna.Mereka tampil dengan sebaik yang bisa mereka lakukan.Aku begitu terharu dengan semua ini.
Sebuah tepuk tangan yang begitu meriah dari penonton meutup pertunjukan malam ini,raut wajah gembira dan puas terpancar dari wjah penonton,termassuk Mamaku.
“Ben..acaramu bagus,nggak salah kalau Mama datang”.
“Hee..terima kasih Ma,ini juga berkat dukungan Mama”,tambahku.
Begitu acara selesai,di umumkan dana yang berhasil dikumpulkan selama acara oleh Mc.
“Dana yang berhasil terkumpul untuk acara amal pada malam hari ini,sebesar 355.000.000 juta rupiah”. Aku seperti mimpi mendengar jumlah tersebut.Jumlah itu lebih dari yang aku bayangkan sebelumnya.Tak hanya aku,semua yang terlibat begitu bahagia ,mereka bersorak penuh gembira.Aku sangat bersyukur kepada Tuhan,tak sia-sia perjuanganku selama ini,rasa lelah yang melanda segera sirna dengan kegembiraan ini.“Kak Beno,terima kasih ya”,ucap Jono.
“Sama-sama Jono,kita akan segera bangun gedung untuk belajar kalian”,jawabku.
“Kak beno……..”,tiba-tiba tubuh Sifa yang kecil memeluk tubuhku,”Terima kasih ya”.
Semua melebur dalam kegembiraan.Hal yang tak akan aku lupakan.Bisa membantu mereka,bagiku inilah belajar yang sesungguhnya.Belajar yang mampu meringankan beban mereka dan mampu membantu mereka.
Sekian.